BEIJING… Assallammua’ikum !!


Beijing itu :

1. Destinasi yang pas buat yang suka tempat bersejarah, Greatwall jadi tujuan utama. Jadi kalau kalian ke Beijing tapi gak ke Greatwall, sama aja lo pake celana tapi ga pake kolor. Ga aseek kan…!

2. Kulinernya ‘jagoan’ dengan harga yang bervariasi antara 18-70 Rmb.

Tips: Orang di sana makannya suka rame-rame, minimal berdua. Jadi porsinya buat 2 orang bahkan lebih, jadi sangat disarankan kalo order liat dulu, jangan maen embat aja seperti orang kelaparan 3 taon ga makan, bakalan gak habis kecuali loe emang rakus!!!

3. Transportasinya mudah dan murah dengan pilihan subway 2 Rmb per-destinasi, bus yang nyaman dan murah dan taxi yang recommended karena memakai argo, kecuali di bandara yang kadang agak nakal.

4. Repot kalau untuk komunikasi, dan jangan harap loe bakalan mudah ketemu orang Cina yang ngerti bahasa Inggris seperti Jacky Chan atau Andi Lau di sana, dan kalau ada yang jago malah harus waspada. Apalagi didaerah Tiananmen, (cerita tentang scam di Tiananmen di next chapter ya.. Agak aib dikit 5555)

6. Orangnya ramah dan very helpful. Walaupun pake ‘bahasa Tarzan’, saya diantarkan oleh kakek-kakek dari Train-station sampai hostel dengan jalan kaki sekitar 3 km.

Waduh tuh si bapak sampai saya cium tanggannya dan doi kasih warm-hug lah, kek di sinetron-siinetron gitu.
(Dan kami pun berpisah sambil mengusap airmata… (yg ini lebay…)

7. Apalagi yaaa.. Ah nanti kalo ingat tinggal tulis lagi…

A R R I V A L

Kalau loe termasuk species yang suka beli tiket promo AA biasanya nyampe dini hari. Jadi setelah melewati imigrasi, segeralah ke unit information, setorin paspor dan kalian akan mendapatkan password FREE WIFI, atau bisa langsung ke self service machine di dekat desk information

12321291_1067475626619834_32705436806819670_n

Karena kadang petugasnya lagi molor. Segera aktifkan VPN bisa didonwload di playstore, untuk mengaktifkan fitur FB, dan Google lainnya.

Gue tau loe pasti gatel buat status : ‘check in Beijing kan… karena di sana Fb dan kroninya dilarang…’

Bus airport X-pres mulai jalan jam 6.15 AM, harga 25 Rmb, ambil jurusan ke subway station di Dhangzimen, dari sana loe bisa lanjutin lagi, tinggal pilih, siapin duit 2 Yuan pertiket, atau beli kartu yang bisa refill, jadi gak repot lagi.

Hindari supir-supir taksi bandara yang rata-rata necis dan ganteng seperti saya, kebanyakan harga mereka bargaining, gak pake argo, dan pasti mahal!!

Nah sambil nunggu bus, bolehlah kalian ngopi-ngopi ‘cantik’ dulu di Starbucks atau gerai-gerai lain biar kalian gak keliatan seperti orang susah.

DAY 1

Dari Donghzhimen gue lanjut ke terminal 2, menuju Jiushutan menuju Hostel Sunrise, di daerah Gulao Xidajie.

Dormitory seharga Rp.90.000. Hostelnya lumayan, wifi kenceng, bathroom dan toilet Oke dan air panas melimpah. Di sekitar hostel juga banyak street-food.

Daerah ini termasuk District Lake, dulunya tempat bermain anggota kerajaan, tapi sekarang mudah ditemui kakek-nenek menghabiskan waktu di danau yang indah, berolahrga dan aktifitas santai lainnya.

Kamu akan temui banyak bar dan cafe-cafe di malam hari. District ini termasuk old fashion, buat yang suka jepret-jepret recommended banget dah..

Tempat ini juga cocok buat yang lagi galau strees atau mencari ketenangan.

DAY 2

Besoknya saya melanjutkan trip ke daerah Zichunlu karena dapat host Couchsurfing anak #BackpackerDunia juga.

Jadi yaa lumayanlah ngirit buat tidur. Tapi sebelum kesana maen dulu ke Tiananmen, melihat bangunan monumental komunis dan lapangan publik terbesar di dunia sebelum menelusuri Forbidden City dan mengakhiri hari dengan bersantai di Coal Hill Park..

Tips, sebelum masuk foto-fotolah dulu di depan foto om Mao Zedong, karena kalau loe dah masuk gak bisa balik lagi, kalo nekat bakalan ditegor sama petugas.

Forbiden City tidak buka tiap hari. Oya di sini juga banyak scam, hati-hatilah dengan orang yang tiba-tiba baik, serta tukang becak lokal (masalahnya gue kenak disini)

outside forbidden city

DAY 3

Tadinya mau ke Great Wall, tapi karena telat bangun jadinya diundur besoknya. Jadi cuma maen di sekitaran kampus internasional, oyaa host-ku kuliah disini, S2.

Dan asal kalian tau yaa anak kuliah dari luar China di sini yang mendapat beasiswa mendapatkan perlakuan khusus, daripada mahasiswa lokal.

Karena setelah selesai kuliah mereka akan meninggalkan skripsi dan tesis yang akan dikembangkan oleh pemerintah China, jadi jangan heran kalo banyak tampang-tampang bule di derah ini,

DAY 4

Great Wall, via Badailing. Kereta mulai jam 6.12 AM. Lama perjalanan 1 jam 20 menit, tiket 45 Rmb oneway. Tiket masuk Great Wall 40 Rmb, dapat certificate dan foto di wallpaper Great Wall.

Hindari pergi pas winter karena dinginnya ekstrim, jalan menanjak yang licin, serta jarak pandang yang pendek, gak bagus buat foto, tapi pas turun salju beberapa minggu kemudian bagus pula ku liat foto mereka.

12250067_1067475859953144_7066971501119283681_n

DAY 5 & 6

Dazhalan dan Liulichang

Berjalanlah di lingkungan tua ini dengan toko-tokonya yang simpang siur. Menuju Liulichang dipenuhi penjual barang antik, lalu ke mesjid Ox Street yang terkenal di daerah Niujie. Nahh di sini surga makanan halal dari komunitas marga Hui yang populer.

Dah segitu aja, kepanjangan ntar bosan kalian bacanya.,

Jadi estimasi budget

transport all in 300 Rmb
F&B 600 Rmb
hostel 45 rmb
lain2 diluar scam 75 rmb

total 1020 Rmb kurs 2120 = Rp. 2,162.400
so rata2 = Rp 300.000/ day

First published here!!