Berenang dengan Whale Shark, monster of Oslob


Dan perjalanan di negeri Pilipina kita lanjutkan ke Cebu, tepatnya di Oslob. Sebenarnya trip saya  ke negerinya Manny pacquiao memang fokus ketemu  si monster ini, salah satu mahluk terbesar di muka bumi yang masih hidup, whale shark (Rhincodon typus). Species ikan terbesar yang hidup dilaut. Dan tidak lucu juga kalau saya kesana jauh jauh cuma mau lihat dan berenang dengan ikan cupang kan, nanti dibilang sayanya yang goblok atau pemerintah Pilipina yang kurang mengerti tentang cara menarik turis walaaah…

Oke, kembali ke si monster deskripsinya begini kira-kira yang saya comot dari wikipedia.Ukuran rata-rata hewan dewasa diperkirakan sekitar 9.7 meter (31.8 ft) dan seberat 9 ton[3]. Spesimen terbesar yang dapat diverifikasi, adalah yang tertangkap pada 11 November 1947, di Karachi, Pakistan. Panjangnya sekitar 12.65 meter (41.50 ft) dan beratnya lebih dari 21,5 ton, sementara lingkar badannya sekitar 2.1 meter (6.9 ft). Bukan jarang kisah-kisah mengenai whale shark yang berukuran jauh lebih besar – dengan panjang hingga 18 meter (59 ft) dan berat hingga 45,5 ton – namun sejauh ini tidak ada bukti-buktinya secara ilmiah.Si monster penikmat lautan hangat daerah tropis ini pemakan plankton,slider1

yang memperoleh mangsanya dengan menyaring air laut, hiu paus memiliki mulut yang berukuran besar, hingga selebar 1.5 meter (4.9 ft) yang berisikan 10 lembaran penyaring dan sekitar 300 hingga 350 deret gigi kecil-kecil. Ikan ini juga memiliki lima pasang insang berukuran besar. Dua mata yang kecil terletak di ujung depan kepalanya yang datar dan lebar. Warna tubuhnya umumnya keabu-abuan dengan perut putih; tiga gigir memanjang terdapat di masing-masing sisi tubuhnya, serta lukisan bintik-bintik dan garis kuning keputih-putihan yang membentuk pola kotak-kotak. Pola bintik-bintik – yang mengesankan sebagai taburan bintang – itu bersifat khas untuk masing-masing individu, dan acap digunakan dalam perhitungan populasi. Kulitnya hingga setebal 10 sentimeter (3.9 in). Sirip punggung dan sirip dada masing-masing sepasang. Pada hewan muda, sirip ekornya lebih panjang yang sebelah atas; sementara pada hewan dewasa sirip ini lebih berbentuk seperti bulan sabit.

HOW TO GET THERE

Perjalanan dimulai dari Bandar Mactan Cebu,karena sudah agak larut malam dari sana saya menggunakan bus 25 peso menuju ke Tropical hostel rate rp 100.000/nite untuk kamar dormitory.Dari pemberhentian bus terakhir,ke hostel ini bisa jalan kaki 15 menit atau kalau tidak mau repot bisa naik ojek.Dihostel akan banyak traveler yang baru pulang atau akan pergi ke oslob besoknya.karena memang destinasi favorit ya kesana.Dari sini, kita bisa berangkat subuh untuk mengejar waktu berenang kloter pertama jam 6 pagi, tapi karena saya

slider5tidak terburu buru saya memutuskan berangkat siang,dengan perhitungan sore sampai di oslob, menginap semalam dan paginya bisa berenang dengan si monster, dan bisa menghabiskan waktu mengeksplor kota cebu sebelum berangkat.Dari terminal Cebu di central city, naik bus Ceres berwarna kuning.pilih yang memakai ac seharga 250 peso.perjalanan sekitar 4 jam ke Oslob. Saran saya sebelum kesana persiapkan snack dan beberapa makanan serta keperluan kecil, karena di Cebu harga barang  lebih mahal.Sesampai di Oslob saya menuju Sharky hostel Rp.95.000 /nite/ dorm. Hostel ini paling dekat dengan lokasi whale shark,receptionnya pasangan kakek nenek yang ramah.dan si kakek punya pengalaman beberapa tahun di Indonesia sebagai pelaut,hingga mempermudah percakapan hangat dengan beliau. Dan jangan bayangkan oslob itu ramai seperti kota kota besar lainnya,tapi kenyataannya adalah desa yang tiba tiba bersolek dan didatangi banyak turis asing dan lokal, karena daya tarik si monster whale shark Pas saya kesana malam minggu,berharap suasana yang selayaknya wekeend,tapi ternyata sepi sekali, jam 8 malam masyarakatnya sudah merajut mimpi,tidur,khas sekali suasana pedesaan.dengan suara jangkrik dan burung hantu,

DI kamar dormitory, kami delapan orang, dan saya satu satunya lelaki diantara 7 cewek usia muda, bule pula. waduh, disinilah iman saya di uji saudara saudara. melihat tingkah mereka yang aneh karena mabuk, ketawa malam-malam sudah seperti suster ngesot yang kehabisan obat penenang.Tapi ya sudahlah,asalkan mereka bahagia,saya berusaha memejamkan mata menutup malam.

Paginya, jam 5.30 am saya buru buru bangun,prepare dan melupakan mandi pagi,mencari si kakek yang akan meminjamkan kamera gopro beserta si tukang foto yang saya bayar seharga 550 peso.kemudian bernegoisasi dengan dua traveler dari USA david creed dan Juan rances dari manila tentang trik dan tehnik pengambilan foto yang baik,seolah-olah saya fotographer profesional.done.Saya memang sengaja mengambil waktu berenang yang pertama,mengikuti arahan si kakek,untuk mendapatkan hasil dokumentasi yang bagus,karena kalo sudah siang akan banyak pengunjung yang menyebabkan air menjadi keruh dan crowded dengan diver tentunya.Setelah itu kami digiring dengan beberapa traveler lain yang kebanyakan dari spanyol dan german ke balai pertemuan.Disana kami diberi pengarahan sekilas oleh tour guide local apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berenang dengan whale shark.Kami dilarang berenang terlalu dekat,dan sangat dilarang untuk menyentuh apalagi menunggangi si monster.saya kepikiran iseng mau nanya,apakah boleh kalau pipis disana sembari berenang,tapi ya sudahlah lagian tidak penting,dan kalaupun memang pipis,saya yakin tidak akan ada sensor dan sirinie berbunyi,

Setelah di briefing dan membayar 1000 peso untuk berenang selama 15 menit,kami diantar menuju perahu kecil berpenumpang 10 orang,sambil diberikan life jacket,snorkle dan google.sekitar 5 menit setelah meniggalkan garis pantai,perahupun berhenti.Dan tanpa menghiraukan komando dari nelayan yang membawa kami,saya langsung terjun dan menyelam kedasar laut,dan apa yang terjadi saudara saudara..8 ekor monster,raksasa penghuni laut tropis yang berbobot hitungan ton itu berenang hanya beberapa meter dari hadapan saya.Si monster benar benar tidak peduli dan acuh dengan fansnya yang sudah jauh jauh datang untuk bertemu dengan mereka,walau hanya 15 menit.Mereka sekali-kali naik ke permukaan untuk menyantap udang udang pemberian si nelayan.kemudian menukik lagi kedasar laut,berputar putar diantara kami kemudian naik lagi sambil membuka mulutnya yang lebar seukuran meja,menyedot air menghisap plankton dan udang pemberian nelayan,begitu seterusnya.Saya benar benar memanfaatkan waktu yang diberikan,menyelam dan berenang disamping mengikuti si monster,tapi apalah daya,nafas melayu perokok ini tidak kuat menahan napas terlalu lama didasar laut.Dan pilihan memakai kaos dan celana jeans sangat saya sesali karena menambah berat pas berenang.