Postcard ,Tukang Pos, dan Jalan hidupnya…….


Perjalanan secarik postcard tak ada yang bisa menebak. Entah kapan dia sampai kepenerimanya. Postcard punya nasib dan takdir sendiri.
Dari pertama dia dicoret oleh si pembeli, kemudian dikirim dari tempat asalnya, lalu menuju ke penerima. Tak ada yang bisa menebak, kadang sampai, kadang tidak. Entahlah mengapa sebabnya, mungkin sudah ketinggalan jaman, tergerus modernisasi yang bernama internet, sehingga ditinggalkan fans-nya. Banyak yang lupa kalau postcard itu unik dan menarik serta bersejarah.

Ada ikatan emosional antara penerima, pemberi dan postcard itu sendiri. Postcard bercerita tentang perjalanan, kenangan dan sejarah yang akan dikenang oleh si pemberi postcard. Dan bagi si penerima, kertas yang dinanti adalah bentuk dari hadiah sederhana bagi dirinya, tanda bahwa ia dipedulikan.

SOuvener and postcard india

Souvenir and Postcard from India

Buat si postcard itu sendiri dia tetaplah secarik kertas yang bercerita tentang gambar dan coretan. Bercerita tentang sejarah, momen dan pada saat postcard itu dibuat.

Dan saya termasuk beruntung karena mendapat kiriman postcard dari teman dengan kriteria di atas. Postcard yang menggambarkan Jerman-Barat pada saat itu, serta postcard dari Yugoslavia, yang sekarang negara tersebut sudah punah. Bernilai bukan?

Postcard ditulis dengan hati-hati dan penuh makna, karena kalau salah susah memperbaikinya. Kata-kata dipilih. Beda dengan SMS, Whatsapp atau e-mail. Bisa ditulis di mana saja, bahkan di toilet. Belum pernah kan kalian melihat orang menulis postcard sambil boker?

Makanya, kalo kalian lagi traveling sempatkanlah berkirim postcard, baik buat diri sendiri atau orang lain. Selain simple dan murah meriah, postcard dari negara asalnya akan lebih bermakna bagi yang menerimanya.
Dan kalau sudah dikirim, jangan pernah bertanya kapan postcard-mu tiba… karena percayalah:

HANYA TUHAN DAN TUKANG POS YANG TAHU,NASIB SI POSTCARD..