Surga Kecil di Sudut Kota Amsterdam


Yang belum 18 tahun dilarang baca.

RED DISTRICT, AMSTERDAM

Mau nge-trip ke destinasi antimainstream, definetly different, datanglah ke Red District di Amsterdam. Tempat prostitusi paling terkenal di Netherland, bahkan dunia. Tempat di mana narkoba terutama marijuana, hasis dan derivatnya dilegalkan. Ya, benar, Cannabis dan Prostitusi di legalkan disini. Dari pusat kota Dam Square kita hanya jalan 5 menit.

02-amsterdam-postketemu deh tuh gang gang kecil seperti perumahan di Jakarta, bedanya di sini lebih tertata rapi, gedung perumahannya khas Eropa serta ada sungai kecil membelah lorong yang satu dengan yang lainnya.

Di sepanjang jalan akan mudah ditemui sex-shop, toko toko souvenir berbau sex, canabis dan sejenisnya. Agak masuk kedalam di lorong-lorong, di area Red Window bertaburan wanita-wanita berpakaian nyaris telanjang, menjajakan dirinya. Semua fantasi tentang sex ada disini, “all in”. Mau yang sejenis, lesbian, gay, gemuk, kurus, blonde, wanita dewasa sampe nenek nenek ada di sini. Beneran nenek-nenek, dan saya lihat sendiri. Ketahuan dari lemak yang menggelambir dan raut mukanya. (astagaa…emang ada yang mau yaa?).

Para pekerja sex ini berdatangan dari wilayah Belanda sampai dari dunia luar, tapi dari dunia ghaib saya yakin tidak ada. Mau tau harganya? Saya sempat nanya dengan penduduk lokal harga mulai 50 euro. Wuih lumayan mahal ya, cukup buat makan 5 hari disana. Ogaaah….

Kalau tidak mau mencoba prostitusi standar (tidur dengan pekerja sex) bisa nonton langsung pertunjukan sex di theater. Semua jenis sex-style dipertontonkan di sini,dari tadisional, soft sampai yang masochist ada disini. Dan kalau tidak punya duit, it’s oke kalau cuma mau window-shopping, asal jangan pernah memotret pekerja sex-nya, azab yang akan kalian dapat, karena akan didatangi bodyguard-nya. Dan kalau kalian berhenti lama melihat mereka begitu juga, akan datang petugas atau penjaganya yang bernegoisasi. Lebih baik pasang muka cuek, jalan terus dan melirik-lirik dikit boleh, aman ga bayar! Demikianlah kawan, potongan surga kecil bagi kaum sex & cannabis junkers. Jangan diikuti ya, seightseeing saja, ga usah macem, ntar emak marah!

Bagaimana dengan cannabis?

Pergilah ke cafe yang bertebaran di lorong-lorong atau di tepi sungai kecilnya. Akan mudah didapatkan di sana. Yang paling terkenal Bulldog Cafe. Karena saya sudah terlanjur di sini, dan bukan sex-hunter, akhirnya pelampiasan penasaran saya alihkan ke cannabis, ganja. Mencoba masuk dengan pasang muka sok kalem, saya memberanikan diri masuk kedalam sebuah cafe. Musik reggae, bau asap ganja menyengat menyambut kedatangan saya. Di depan kiri-kanan ada dua  pria besar bertato tapi-tapi ramah menyambut saya,

“Welcome to the party sir”, sapa mereka. Di bartender, ketemu dredlock, khas bertampang rasta, dengan muka jutek atau malah lagi teler karena menghisap smoke, menyapa saya.

Anda perlu cannabis? yang medium atau yang strong?

/Apaan yang medium …gak level,gimme the strong one broo..!

Dan si dredlock pun menyiapkan paketnya, berbentuk daun ganja yang sudah dikeringkan, dipotong kecil-kecil,dan dimasukkan kedalam tube plastik seperti wadah plastik obat buat ambeien. Sekalian papper buat melintingnya. Dan saya menyerahkan pecahan 8 Euro, done! Transaksi selesai. Dan kalian tahu sodara-sodara, setelah menghabiskan 2 linting strong cannabis di sudut cafe, tetiba saya melihat banyak manusia kembar. Lucu melihat mereka memperhatikan saya. Saya juga tersenyum melihat mereka, dan kami sama-sama tertawa. Dan akhirnya saya memutuskan pulang, karena kepala mulai terasa berat. Sesampai di luar, waits….! Kenapa semua tetiba jadi kembar ya? Sepeda kembar, polisi kembar, hingga sungai juga ikut kembar, semua yang saya lihat jadi double. What…? Oh my God, i’m drunk!

Hingga saya mengalami paranoid. Jalan tidak bisa lurus lagi, hanya bisa merayap setapak demi setapak berpegangan di dinding lorong, “bukss”, Saya sudah entah kemana, dan pas sadar, saya sudah di kamar penginapan, dikelilingi oleh orang-orang berbisik-bisik dan tersenyum melihat saya.

Amsterdam, April 2014