Winter Terbaik-Sapporo, Hokaido


Seharusnya ini trip kedua saya ke Jepang, setelah tahun lalu ke Tokyo. Tapi karena sesuatu dan lain hal di cancel. Makanya ini jadinya trip pertama di negara matahari terbit. Destinasi Hokaido juga karena tiket promo yang menggoda imron, sudahlah hajar aja, kapan lagi bisa ke Jepang ya kan dengan harga tiket sama dengan bolak-balik Pontianak-Jakarta, Rp 1.400.000 return. Dan kali ini membawa empat orang yang jadi tanggungan “negara” karena telah memenangkan tender kerjaan. Ditambah dengan dengan empat gadis dan satu janda, yang belum pernah ketemu sebelumnya, hanya via media sosisal, jadi komplitlah sudah group kecil kami, sembilan orang.

PREPARE

Karena winter, saya wanti-wanti pesan dengan group untuk memperhatikan wardrobe. Jaket thermal, sarung tangan, kupluk, long john dan lainnya karena cek di accuweather suhu extreme bisa menembus minus 24 degree, dan celakanya lagi ini adalah winter pertama mereka, mahluk yang hidup di negara yang sepanjang tahun mengalami musim panas. Masing-masing membawa makanan kering seperti sambel balado, rendang daging dan the special one rendang jengkol. Karena rencana awal kami masak sendiri di Khaosan Sapporo Family Hostel. Jaga-jaga kalau tidak cocok makanan Jepang. Padahal sebenarnya modus aja buat menghemat budget. oke baiklah. Oyaa wifi router kami sewa dari Indonesia dengan pengambilan paket 10 hari seharga Rp 972.000 patungan.

 

ARRIVED  

SetelaIMG_1465h terbang sekitar tujuh jam-an dari Kuala Lumpur, kami tiba pagi di NEW CHITOSE AIRPORT ,HOKAIDO. Setelah melewati security gate dan custom lumayan lama dan panjang, akhirnya kami bisa menarik napas panjang untuk meluruskan badan. Hebatnya Airport ini, semua terkoneksi kemana-mana. Semua dibuat mudah dan nyaman buat visitor, bahkan nenek nenek bakalan aman dan nyaman kalau sudah di sini. Well, untuk menuju hostel kami melanjutkan perjalanan lagi ke Sapporo-nya by train dari KUKO Station. Jangan lupa membeli tiket kereta di vending machine ya, tersebar di station ini. Disini juga banyak ATM untuk menukar uang ke mata uang lokal. Dan dikenakan charge sekitar Rp.28.000. Harga tiket dari Kuko Station ke Chuo-Ko Station, pusat kota seharga 200 Yen.

13100680_1168612303172832_2163389575957997846_n

 

 

Kemudian lanjut ke Statiun Susukino tiket seharga 40 Yen. Setelah sampai di stasiun, baru keluar norak dan kampungan kami, tidak sabar untuk melihat salju, sudah langsung berhamburan ke taman  dan foto-foto. Memalukan sekaligus menyenangkan. Puas bermain-main lanjut  berjalan kaki menuju hostel sekitar 15 menit. Sebenarnya banyak moda transportasi, cuma untuk menghemat budget, BIG NO to Taxi. oyaa, taxi di Jepang sebaiknya jadi pilihan terakhir yaa, karena memang super duper mahal.

WELCOME TO the MAZE CITY

Kalian pernah nonton film Maze Runner? Nah Sapporo kotanya yaa seperti di film itu. Banyak labirin, berkotak-kotak. Kota kecil tapi bisa bikin bingung dan nyasar. Tapi tenang, senyasar-nyasarnya kalian pasti akan kembali kok kejalan yang benar. Sehari dua pasti akan tahulah.

night-saporo

 

Gampang kog, padahal kenyataannya saya nyasar pada malam hari, karena asik shoping. Pas mau pulang bingung, nanya penduduk lokal kebanyakan tidak bisa Bahasa Inggris. Setelah capek muter-muter , salju turun lebat dan suhu udara drop entah minus berapa akhirnya bisa juga balik ke hostel, dan yang bikin dongkol padahal di dekat-dekat situ juga. Kampret kan….!

Asyiknya di Sapporo, kotanya kecil dan objek wisata ya di dekat-dekat situ juga. Dan kita tidak perlu banyak pengeluaran untuk transportasi. Cukup berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya sudah lumayan puaslah. Patokannya hanya Odori Park/Street, Clock Tower , TV Tower, udah…gitu-gitu ajaa. Untuk pusat shoping murah juga tidak begitu jauh dari Clock Tower.

Sapporo recomended buat liburan keluarga, atau traveler budget, karena disini apa-apa lebih murah kota besar di Jepang lainnya. Tranportasi juga gampang dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Sapporo juga kota yang paling aman menurut saya. Kalian kaum hawa  bisa menikmati suasana malam dan jalan sendiri tanpa harus  takut ketemu begal di sini. Kalau nyasar atau minta tolong dengan penduduk lokal, mereka sangat ringan tangan untuk membantu. Very friendly.

Pernah kejadian teman yang cewek, nanya train dan arah balik ke Hostel, ehh yang ditanya malah nganterin sampai ke alamat yang dituju. Gilakan! Dikasih tipsnolak, malah sibuk bungkuk-bungkuk bilang arrigatou gonzaimas…. Hadehhh jadi pengen berkembang biak dengan gadis di sini sayaaah….

TV Tower bisa dikunjungi setiap hari dari jam 8 pagi hingga jam 10 malam. Di sini juga anda bisa membeli berbagai macam souvenir makanan ringan serta gift Sake untuk dijadikan oleh-oleh. Letaknya disekitaran Odori Park, pada musim semi, tempat ini dipenuhi dengan bunga-bunga warna-warni, dan di musim dingin akan dihiasi

postcard Hokaido

postcard Hokaidodengan patung ukiran serta hiasan dari salju diterangi lampu warna warni pada snow festival di bulan Februari. Buat yang hobby photography, kalian bisa mengambil gambar dari lantai atas, sehingga view kotanya kelihatan dari 4 penjuru. Dan hati-hati, jaga mata dan imron disini, karena yang jaga ceweknya cantik-cantik dan sangat ramah melayani visitor.

Dan, TV Tower ini juga bisa dijadikan patokan kalau kalian nyasar yaa..!

Clock Tower lokasinya tidak seberapa jauh dari TV Tower. Jalan kaki 5 menit sudah sampai. Di sini tempatnya sejarah kota ini. Foto jaman penjajahan, foto kota lama, serta artefak bisa kalian temukan disini, dan

05-saporo bayar tentunya untuk entry. Clock Tower tempat yang pas pecinta fotografi, banyak spot yang bagus disini. Dari Clock Tower berjalanlah sedikit menyusuri trotoar, kalian akan menemukan tempat sorga belanja di Loft Sapporo Dept. Store. Semua ada di sini, wardrobe, electronic, food, gadget semua ada, dan dijamin harga lebih murah dari Jakarta. Teman saya kemarin sampe beli iPhone 6 dua “biji” disini karena beda harga yang jauh dari Indonesia. Hadeh ngantuk……ntar sambung lageeee….

 

 

 

 

OTARU yang terletak di pesisir laut Jepang, mudah dicapai dari Sapporo. Kereta api cepat seharga ¥ 640 akan membawa Anda ke sana dalam 30 menit. Bangunan bata merah dan sistem kanal Otaru tampak sangat mirip dengan Belanda,

06-saporo

 

menyenangkan untuk disusuri saat hari cerah. Kota ini terkenal akan kerajinan gelas dan kotak musik buatan tangan. Disaat musim dingin, dimana suhu drop waktu terbaik adalah pada saat sunset, Berjalan di pinggiran kanal wuiihhh… Berasa di Amesterdam man, dengan permainan lampu-lampu temaram, membuat suasana menjadi damai dahh. Tapi ya kelemahannya itu, tidak bisa berlama-lama, karena dingin sekali. Kecuali loe termasuk species beruang kutub, boleh dah.

 

 

 

postcard yg hilang

postcard yg hilang